Founder Muda Ini Bikin Chip yang Daur Ulang Energi Panasnya Sendiri

Business24 Views

Di dunia chip komputer selama puluhan tahun, panas yang terbuang selalu dianggap sebagai bagian tak terhindarkan dari proses komputasi. Tapi Hannah Earley punya pandangan berbeda. Menurutnya, itu bukan hukum alam, melainkan pilihan desain yang bisa diubah.

Earley, yang berusia 31 tahun, adalah cofounder sekaligus chief technology officer di Vaire Computing. Startup ini sedang mengembangkan chip yang mampu mendaur ulang energi yang biasanya hilang sebagai panas. Pendekatan ini dikenal sebagai reversible computing.

Ide dasarnya cukup sederhana tapi revolusioner. Dalam komputasi biasa, setiap operasi logika menghasilkan panas yang langsung dibuang. Reversible computing berusaha membuat proses itu bisa dibalik, sehingga energi yang tadinya terbuang bisa digunakan kembali untuk langkah berikutnya.

Earley dan timnya percaya bahwa dengan pendekatan ini, chip masa depan bisa jauh lebih hemat energi tanpa mengorbankan performa. Ini bukan sekadar optimasi kecil, melainkan perubahan mendasar cara kita merancang perangkat keras.

Salah satu konteks penting yang perlu dicatat adalah bahwa reversible computing sebenarnya sudah lama dibahas secara teori sejak era 1960-an dan 1970-an. Penelitian awal menunjukkan bahwa ada batas fisika fundamental bernama Landauer limit yang mengatur energi minimum yang dibutuhkan untuk menghapus satu bit informasi. Pendekatan reversible berusaha mendekati batas itu sebisa mungkin.

Konteks lain yang relevan adalah meningkatnya kebutuhan energi di pusat data global akibat pertumbuhan AI dan komputasi awan. Meski belum ada angka pasti dari Vaire, strategi seperti ini berpotensi memberikan dampak besar jika bisa diterapkan di skala besar, karena setiap persen penghematan energi bisa berarti pengurangan biaya operasional yang signifikan.

Vaire Computing sendiri masih berada di tahap awal pengembangan. Fokus utama mereka saat ini adalah membuktikan bahwa reversible computing bisa diwujudkan dalam bentuk silikon nyata, bukan hanya simulasi atau teori di atas kertas. Earley sebagai CTO bertanggung jawab mengarahkan arah teknis perusahaan.

Bagi pembaca yang awam, bayangkan chip seperti mesin yang biasanya membuang oli bekas setiap kali berjalan. Reversible computing mencoba membuat oli itu bisa dipakai ulang tanpa harus dibuang. Hasilnya, mesin bisa berjalan lebih lama dengan energi yang sama.

Tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan komputasi dan efisiensi energi. Tidak semua algoritma cocok dengan model reversible, sehingga desain chip ini memerlukan pendekatan yang berbeda dari arsitektur konvensional.

Meski begitu, potensi jangka panjangnya menarik. Jika berhasil, teknologi ini bisa membuka jalan bagi perangkat yang lebih ramah lingkungan, mulai dari smartphone hingga server besar. Earley dan timnya sedang berusaha membuktikan bahwa masa depan komputasi tidak harus selalu boros energi.

Langkah kecil seperti ini menunjukkan bahwa inovasi di bidang semikonduktor tidak selalu soal membuat transistor lebih kecil, tetapi juga bisa tentang cara kita menggunakan energi yang sudah ada.